JANTUNG ANDA DISEBELAH KANAN?????

POSISI jantung normalnya berada di bagian kiri rongga dada. Namun, ada beberapa orang yang jantungnya berada di sebelah kanan rongga dada. Kondisi tersebut dinamakan dextrocardia.
Menurut dr Mahrus A. Rachman SpA(K), dextrocardia tergolong kelainan congenital atau bawaan. Penyebabnya, alami dari dalam organ vital tubuh atau faktor dari luar jantung. Misalnya, desakan tumor ke rongga dada yang membuat letak jantung akhirnya miring ke kanan. ’’Bisa juga itu disebabkan kelainan pada paru-paru. Itu membuat posisi jantung akhirnya berubah ke kanan rongga dada,’’paparnya.

Menurut spesialis jantung anak dari RSU dr Soetomo Surabaya tersebut, ada tiga jenis dextrocadia. Pertama, posisi jantung di kanan, tapi tak disertai perubahan letak bilik atau serambi (posisi serambi dan bilik seperti jantung normal). ’’Pengidap dextrocardia tipe ini tanpa keluhan. Mereka bisa hidup normal,’’tutur dr Hotmanuli Siahaan SpJP FIHA, spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Adi Husada Undaan, Surabaya.

Bahkan, salah seorang pasien Hotman mencapai usia lanjut. “Ada pasien saya yang berumur 65 tahun dan mengalami dextrocardia. Tapi, dia hidup seperti orang kebanyakan," ujarnya.
Namun, ada yang patut diwaspadai untuk pasien dextrocardia tipe satu. Yakni, sindrom kartagener. Pada kondisi tersebut, pasien akan sering mengalami gangguan pernapasan. Mahrus menjelaskan, fungsi silia (bulu-bulu di saluran pernapasan yang berperan membersihkan benda asing) tidak optimal. Akibatnya, silia tak bisa mengeluarkan benda asing yang masuk ke saluran pernapasan. Hal itulah yang menjadi penyebab infeksi.

"Biasanya, pasien dengan sindrom ini tak bisa tumbuh hingga dewasa. Penyebab kematiannya adalah infeksi pada saluran pernapasan," ungkapnya. Sindrom tersebut juga memengaruhi proses reproduksi sehingga pasien bisa mandul.

Pada tipe kedua dextrocardia, letak serambi dan bilik jantung terbalik. Maksudnya, letak bilik kanan di kiri jantung. Begitu juga posisi bilik kiri, di bagian kanan jantung. Tipe kedua ini disebut situs inversus totalis. "Disebut total karena yang terbalik tak hanya jantung, namun liver, limpa, dan paru juga pindah ke sisi kanan tubuh," kata alumnus FK Unair itu.
Situs inversus totalis karena rotasi janin tak berlangsung normal pada trimester pertama kehamilan.

Ketidaknormalan tersebut diduga disebabkan perubahan sifat materi genetik (mutasi) telur ibu. Mutasi tersebut mungkin berkaitan dengan infeksi virus, bakteri, atau parasit.
Mahrus mengatakan, dextrocardia tipe kedua kerap diiringi oleh defect lain. Misalnya, lubang pada sekat serambi jantung atau ASD (artrial septal defect), VSD atau lubang pada sekat bilik jantung (ventrikel septal defect), ataupun tetralogy of fallot (bayi biru). "Biasanya, dextrocardia baru diketahui ketika pasien mengalami kelainan lain. Jika tak ada kelainan pada jantung, pasien relatif tak punya keluhan," jelasnya.

Dia menceritakan salah seorang pasiennya yang berusia dua pekan. Tiap menangis, sekujur tubuhnya membiru. Napasnya pun tersengal-sengal. Sang ibu kesulitan memberikan ASI. Menurut diagnosis awal, pasien menderita bayi biru. Saat pemeriksaan detail, baru diketahui bahwa pasien tersebut dextrocardia tipe dua plus kelainan bayi biru. "Jika tak ada keluhan, saya yakin orang tuanya juga tidak tahu kalau anaknya dextrocardia," ujarnya.

Pada tipe ketiga dextrocardia, tak semua letak bilik atau serambi terbalik. Misalnya, hanya bilik yang terbalik, sedangkan letak serambi tetap normal. Begitu juga sebaliknya. Mahrus mengatakan, tipe ketiga lebih kompleks. Umumnya, tipe ketiga diikuti oleh gejala tubuh membiru. Sebab, darah dari serambi kanan masuk ke bilik kiri, lantas dipompa ke seluruh tubuh.

Yang masuk ke bilik kiri kan darah kotor. Jika dipompa ke seluruh tubuh, pasien akan kekurangan oksigen. Itu yang membuat bayi membiru," jelasnya.
Ada kalanya letak pembuluh darah yang terbalik. Mahrus mencontohkan, posisi pembuluh darah dari bilik kiri, justru mengarah ke paru-paru. "Bila kondisinya begitu, malah bagus. Sebab, darah jadi bersih," katanya. Hal tersebut dinamakan Corrective TGA (transposition of the great arteries). (ai/war/nda)



2 komentar:

  1. makasi banget ya infonyaaaaaa >.< dari tadi keliling nyari istilah situs inversus totalis dimana-mana ngga nemu untung nemu di sini hiahaha, makasiiii ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sama2.. haduh.. maaf banget yah aku baru sadar ada yang komen di artikel ini. Soalnya ni artikel yang paling jarang banget dibaca orang.. kecuali orang-orang yang ngerti... hehehe... Makasih yah udah mampir..

      Hapus